Tracer Pengguna Lulusan Alumni Ekonomi Syariah tahun 2021-2023


Hasil tracer study pengguna lulusan yang dilaksanakan pada tahun 2023 menampilkan gambaran mengenai kinerja dan kompetensi lulusan dari program studi yang bersangkutan. Tracer study ini menargetkan alumni angkatan 2021 hingga 2023, dengan pengumpulan data dilakukan melalui formulir online yang dapat diakses melalui link tracer study. Selain itu, penelusuran terhadap alumni juga dilakukan melalui media sosial dan alat komunikasi lainnya pada bulan Agustus 2023, untuk memastikan keterlacakan lulusan yang lebih akurat

Gambar Lulusan sesuai Jenis Pekerjaan


TS-4 (Jumlah: 30 Lulusan)
Pada TS-4, jumlah lulusan yang dihasilkan adalah 30 orang, dengan 26 lulusan berhasil terlacak. Dari jumlah tersebut, 2 lulusan (sekitar 7,7%) bekerja atau berwirausaha di tingkat lokal atau wilayah tanpa izin resmi, menunjukkan minat yang rendah pada wirausaha informal di tingkat lokal. Mayoritas lulusan, yaitu 18 orang (69,2%), bekerja di tingkat nasional atau memiliki usaha berizin resmi, menandakan lulusan TS-4 cukup kompeten dan diminati di pasar kerja nasional. Sisanya, 6 lulusan (23,1%), menempati posisi di perusahaan multinasional atau bekerja di luar negeri, yang menunjukkan adanya peluang karir internasional meskipun jumlahnya lebih kecil dibanding nasional.

TS-3 (Jumlah: 33 Lulusan)
TS-3 menghasilkan 33 lulusan, dengan 30 lulusan terlacak. Dari jumlah ini, 5 lulusan (16,7%) bekerja secara lokal tanpa izin, meningkat sedikit dibanding TS-4. Di tingkat nasional atau wirausaha berizin, terdapat 15 lulusan (50%), yang menunjukkan stabilitas penyerapan lulusan di sektor formal nasional. Sementara itu, 10 lulusan (33,3%) berhasil menembus pasar kerja multinasional atau internasional, angka ini menunjukkan peningkatan mobilitas global dibanding TS-4. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa lulusan TS-3 memiliki daya saing yang lebih tinggi di ranah internasional atau memilih peluang karir yang lebih luas.

TS-2 (Jumlah: 34 Lulusan)
TS-2 menghasilkan 34 lulusan, dengan 33 lulusan berhasil terlacak, atau tingkat keterlacakan 97%, tertinggi di antara tiga tahun terakhir. Dari jumlah lulusan terlacak, 6 lulusan (18,2%) bekerja atau berwirausaha di tingkat lokal/tanpa izin, sedikit lebih tinggi dibanding TS-4 namun masih relatif rendah. Sebanyak 18 lulusan (54,5%) bekerja di tingkat nasional atau memiliki usaha berizin resmi, menunjukkan bahwa lulusan TS-2 tetap menjadi andalan pasar kerja nasional. Untuk lulusan yang bekerja di tingkat multinasional atau internasional, terdapat 9 lulusan (27,3%), sedikit menurun dibanding TS-3, namun tetap menunjukkan keberhasilan lulusan dalam mencapai karir global.

Analisis Keseluruhan Tiga Tahun
Secara kumulatif, dari total 97 lulusan, 89 lulusan (91,8%) berhasil terlacak. Distribusi lulusan menunjukkan bahwa mayoritas lulusan bekerja di tingkat nasional, sebanyak 51 orang (57%), yang menjadi indikasi bahwa program studi mampu menghasilkan lulusan kompeten dan diminati di pasar kerja nasional. Lulusan yang menempati posisi multinasional atau internasional berjumlah 25 orang (28%), sementara lulusan di tingkat lokal/tanpa izin berjumlah 13 orang (15%). Tren keterlacakan menunjukkan peningkatan dari 87% pada TS-4 menjadi 97% pada TS-2, mencerminkan perbaikan sistem pemantauan alumni. Distribusi lulusan internasional relatif stabil, sedangkan lulusan lokal/tanpa izin tetap menjadi minoritas, menandakan sebagian kecil lulusan memilih jalur informal atau pekerjaan lokal.
Secara keseluruhan, setiap angkatan menunjukkan pola distribusi yang serupa: mayoritas terserap di tingkat nasional, sebagian signifikan di tingkat internasional, dan sedikit yang berwirausaha secara informal. Hal ini menunjukkan program studi berhasil menyiapkan lulusan yang kompetitif, dengan peluang karir yang tersebar di berbagai tingkat operasional.